Jakarta (KABARIN) - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menerima kiriman 100 ton kurma dari Raja Salman dari Arab Saudi yang ditujukan untuk masyarakat Indonesia menjelang Ramadan.
"Tahun ini mendapatkan kurma yang paling berkualitas baik, kurang lebih 100-90 ton," kata Menag dalam acara penyerahan kurma di Kementerian Agama, Jakarta, Rabu.
Menag mewakili masyarakat Indonesia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi dan berjanji akan menyalurkan kurma tersebut kepada yang berhak.
"Kementerian Agama Republik Indonesia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kerajaan Arab Saudi, yang setiap tahun selalu mengalokasikan bantuan kurma. Insya Allah, ini tentu kami akan teruskan kepada siapa yang paling berhak untuk mendapatkannya," ujarnya.
Menurut Menag, kurma dari Arab Saudi memiliki makna khusus bagi masyarakat Indonesia karena menjadi menu pembuka puasa yang selalu dinantikan.
"Asumsi masyarakat Indonesia terhadap kurma itu sebagai makanan pembuka puasa. Sehingga di dalam masyarakat Indonesia, rasanya tidak istimewa puasa itu kalau tidak dibuka dengan buah kurma," kata Menag.
Untuk tahun ini, sebagian kurma juga akan dikirim ke ibu kota baru di Samarinda, Kalimantan Timur.
"Kami sudah berkomunikasi dengan ketua otoritanya. Dan insya Allah kami juga akan alokasikan sebagian ke ibu kota baru," tambah Menag.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi menyebut bahwa pengiriman kurma ini sesuai arahan Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman, sekaligus menegaskan hubungan strategis kedua negara.
"Pemberian hadiah ini merupakan penegasan terhadap kuatnya hubungan yang terjalin antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi, di mana hubungannya sekarang sudah mencapai level yang strategis," ujarnya.
Dubes berharap bantuan kurma ini bisa memenuhi kebutuhan umat Islam di Indonesia dan membuat Ramadan tahun ini terasa lebih bermakna dan bahagia.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026